Bagaimana Agar Ibadah Puasa Bermakna?

Link Banner
Bulan Ramadhan merupakan bulan nan penuh berkah; Ramadhan menjadi penghu-lu segala bulan dalam hitungan tahun hijriyah, tahunnya ummat Islam. Ramadhan adalah bulan shiyam (puasa), dan juga bulan qiyam (shalat malam). Hadits-hadits yang mengupas tentang keutamaan bulan nan agung ini, cukup banyak dan bercorak ragam. Cukup kita petik beberapa di antaranya; sebagai penambah muatan motivasi yang mengangkat gairah imani kita untuk memasuki bulan Ramadhan yang akan datang, dengan penuh harap akan ampunan dan karunia-Nya. 

icon ramadhan

"Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan nan penuh berkah. Di bulan itu Allah akan menaungimu; menurunkan rahmat  dan    menghapus dosa-dosa, mengabulkan do 'a dan memperhatikan bagaimana kamu sekalian saling berlomba-lomba (dalam kebaikan) pada bulan itu. Allah-pun membanggakan dirimu di hadapan para malaikat-Nya. Maka perlihatkanlah (wahai kaum mus-limin) segala kebaikan pada dirimu. Sesungguhnya orang yang celaka adalah orang yang kehilangan rahmat Allah ". (HR. Thabrani)

"Telah dianugerahkan kepada ummatku pada bulan Ramadhan lima karunia yang tidak pernah diberikan kepada ummat manapun sebelum mereka: Aroma mulut orang yang berpuasa, di sisi Allahjebih harum semerbak ketimbang bau kesturi. Para malaikat memohonkan ampunan bagi mereka hingga berbuka. Setiap hari di bulan itu, Allah menghiasi jannah-Nya seraya berfirman kepada sang jannah: "Tak lama lagi,  para hamba-Ku yang shalih akan dibebaskan dari beban dan kesusahan, lalu beranjak menemuimu ". Di bulan itu, para jin pembangkang dibelenggu; mereka tak dapat bebas berbuat, seperti pada bulan-bulan yang lain. Lalu, Allah mengampuni dosa-dosa mereka pada malam terakhir. Ada sahabat yang bertanya: "Ya Rasulallah, apakah malam terakhir itu malam Lailatul Qadr?". Beliau menjawab: "Bukan, karena orang yang beramal akan mendapati ganjarannya bila ia telah menunaikannya". (HR. Ahmad dari Abu Hurairah).

Dua hadits di atas dan banyak lagi yang lainnya memiliki beberapa kesimpulan:
1. Allah telah memberkati bulan ini sebagai bulan pengampunan atas segala dosa, bagi orang yang memenuhi bulan ini dengan beragam ibadah yang dian- jurkan melaksanakannya. Nabi bersabda:

"Barangsiapa yang beribadah pada bulan Ramadhan dengan penuh keima-nan dan introspeksi diri, akan Allah ampuni dosa-dosanyayang terdahulu". (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Sempitnya ruang gerak setan untuk melancarkan godaan dan tipu dayanya terhadap bani Adam. Terbelenggunya mereka, adalah dengan kehendak Allah dan dalam pengertian yang sesungguhnya. Namun juga tidak berarti bahwa mereka   berhenti   menggoda   manusia secara total, seperti tersebut dalam' hadits tersebut di atas.

3. Dihiasinya Jannah untuk menyambut kedatangan orang-orang yang berpuasa, seusai menjalankan cobaan Allah selama hidup di dunia. Ini adalah salah satu bentuk tabsyir (kabar gembira) dari Allah.

4. Adanya para malaikat yang memo-honkan ampun kepada Allah bagi mereka yang berpuasa. di samping aroma mulut orang yang berpuasa -yang secara lahir mungkin tidak sedap-di sisi Allah lebih wangi disbanding aroma kesturi.

Manfaat-manfaat Ibadah Puasa
Syaikh Ali Hasan dalam Kitab "Ash-Shiyam" menuturkan beberapa faedah puasa berdasarkan keterangan dari beberapa hadits. Akan kami sebutkan di sini secara ringkas:
1. Puasa itu adalah perisai
Sabda Rasulullah yang artinya: 
"Puasa itu ibarat perisai, ia akan melindungi seorang hamba dari siksa neraka ". (HR. Ahmad).

2. Puasa adalah jalan menuju Jannah
Dari Umamah g& ia berkata: 
"Wahai Rasulullah, tunjukkanlah aku satu amalan yang akan menggiringku menuju Jannah ". Beliau bersabda: "Lakukan puasa, tak ada amalan yang setara dengannya". (HR. Nasa'i, Ibnu Hibban, dan Al-hakim).

3. Puasa dapat menjadi perantara turunnya syafa'at
Rasulullah bersabda: 
"Puasa dan Al-Qur'an akan memberi syafa'at kepada seorang hamba di hari kiamat nanti. Sang puasa berkata: "Ya Allah, aku telah menghalanginya makan dan mengumbar nafsu, jadikanlah aku perantara untuk menyampaikan syafa'at~Mu kepadanya...". (HR. Ahmad dan Al-Hakim dari Abdullah bin Amru)

 4. Dua saat kebahagiaan bagi orang yang berpuasa Nabi 38 bersabda:

"Orang yang berpuasa memiliki dua saat penuh kebahagiaan: kala ia berbuka dan di saat ia menjumpai Rab-nya (selepas hidup di dunia)". (HR. Bukhari).

Di antara Bentuk Ibadah yang Harus Dimaksimalkan
Sebagai muslim yang mengharap keutamaan dan ampunan, di mana dia juga tak lepas dari noda dan dosa, maka noda dan dosa itu dapat terkurangi bahkan terhapus lewat ibadah di bulan Ramadhan. Segala bentuk ibadah di bulan ini harus semaksimal mungkin kita manfa'atkan, di antaranya: memperbanyak shadaqah, shalat malam, memperbanyak amalan akhirat, men-jalankan Umrah, beribadah di malam Lalatul Qadri dan I'tiqaf khusus-nya di sepuluh malam terakhir.

Hal-hal vang Perlu Diperhatikan atau Dihindari dalam Menjalankan Puasa Ramadhan
Syaikh Abdullah  bin Jarillah  menyebutkan beberapa hal yang seyogyanya diperhatikan oleh orang yang berpuasa. Di sini kami nukil secara ringkas.

1. Mengenal hukum-hukum puasa. Banyak kaum muslimin yang memasuki bulan puasa ini tanpa bekal ilmu tentang puasa sama sekali. Celakanya, mereka juga merasa tak begitu perlu untuk belajar. Padahal Allah berfirma:
"Bertanyalah kepada para ulama, jika kalian tidak mengetahui". (An-Nahl: 43)

2. Tidak boleh menyambut bulan puasa dengan huru-hara, tetapi harus dengan bayak berdzikir, beristighfar dan mensyukuri nikmat Allah.

3. Sebagian kaum Muslimin, memasuki bulan Ramadhan dengan gambaran lahir seperti orang-orang yang bertaubat. Mereka shalat, berpuasa, dan meninggal-kan banyak kemaksiatan yang biasa dilakukan. Namun seusai bulan puasa, mereka kembali menjadi pencinta kemak-siatan. Seolah-olah mereka hanya menge¬nal Allah di bulan suci ini saja. Atau mungkin mereka hanya memandang ibadah di bulan ini sebagai satu tradisi. wal 'iyadzu billah.

4. Ada juga sebagian kaum muslimin yang beranggapan bahwa Bulan Ramadhan ini cocok dijadikan waktu untuk beristirahat, tidur-tiduran dan bermalas-malasan   di siang hari, lalu begadang di malam hari. Bahkan sering kali, bega-dang malam itu dibumbui dengan hal-hal yang dapat mengundang kemurkaan Allah. Dengan permainan, mengobrol kesana-kemari, berghibah, bahkan -ka-dangterjadi-berjudi. wal 'iyadzu billah.

5. Selain itu ada juga di antara kaum muslimin yang menyambut bulan ini dengan dingin dan tak bergairah. Kalau sudah berlalu ia akan kegirangan.

6. Banyak di antara mereka yang bega-dang malam untuk hal-hal yang tidak bermanfaat, sampai-sampai meninggal-kan shalat Shubuh berjamaah.

7. Sebahagian di antara mereka meng-hindarkan diri dari berbagai pembatal puasa; seperti makan, minum, berjima' dan lian-lain. Tetapi tidak menghindari hal-hal yang dapat membatalkan pahala puasa; seperti bebas melihat aurat wani-ta di berbagai tempat, melihat gambar-gambar porno, berghibah, mencaci orang dan sebagainya.

8. Suka berdusta. Di antara kaum mus¬limin ada yang mengannggap ringan berkata dusta, termasuk di bulan suci Ramadhan, dan hal ini sangat dilarang dalam agama Islam.

9. Ada lagi yang berpuasa tetapi tidak menjalankan perintah yang lain seperti shalat, atau menjalankan yang lain tetapi beralasan tidak kuat menjalankan puasa.

10. Ada juga yang sengaja bersafar (berpergian) terkadang ke luar negeri- agar mendapat keringanan untuk tidak berpuasa. Padahal Allah Maha Melihat apa yang terbetik dalam hati hamba-Nya.

11. Sebagian kaum muslimin ada yang mengkonsumsi barang haram ketika berbuka puasa, atau makanan dan minuman yang di dapat dari usaha yang haram.

Kita berdo'a semoga kita termasuk yang mengetahui fadhilah (keutamaan) bulan Ramadhan, sehingga kita me¬nyambut bulan yang penuh berkah ini dengan penuh gairah dan kegembiraan dan menjalankan puasa dan ibadah-ibadah lainnya sebagaimana mestinya serta menghindari segala hal yang dapat merusaknya menuju derajat taqwa yang merupakan impian setiap kaum muslimin   yang menjalankan  ibadah puasa. 

0 Response to "Bagaimana Agar Ibadah Puasa Bermakna?"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel